BAB 3
Setelah kepergian sapto dari rumah yang beralasan ada keperluan untuk sekolah.padahal itu hanya alasan semata sapto.
sapto hanya ingin pergi keluar rumah entah kemana…… karna pikiran yang semeraut dan situasi hati sapto saat ini atas perubahan sikap ibunya
saat di jalan pun sapto tak henti-hentinya memikirkan kelakuan sang ibu. terlebih lagi saat beberapa hari yang lalu saat sapto membentak ibunya di dapur
saat itu teringat oleh sapto di pikirannya saat ibunya. entah dengan sengaja atau tidak. sang ibu yang menjatuhkan tutup termos hendang mengambilnya nya tapi yang membuat sapto tak karuan adalah pada saat menungging pantat yang sangat padat atau bahkan bisa di bilang bohay sang ibu..
menempel dengan alat kelamin sapto tidak hanya itu saja bahkan sang ibu sempat menggesekan pantanya pada kelaminnya…..dan yang membuat sapto semakin tak karuan adalah bahwa sapto sangaat menikmati kelakuaan sang ibu…bahkan ada sedikit rasa nafsu….bukan hanya pada saat itu saja
pada saat ini…saat sapto memikirkan kejadian tempo hari. bahkan sapto sedikit menggigil…..nafsu nya sedikit timbul….bagi sapto ini sangat aneh….
padahal tak pernah sedikit pun sapto membayangkan sang ibu….untuk alasan apapun..entah itu saat sapto beronani atau bahkan saat menonton film porno..
bahkan sapto pun saat browsing atau hendak mendownload film porno sapto tak akan mencari film dengan genre incest karna bagi sapto itu sangaat tabu….
Tak terasa sapto saat ini mengendarai motornya kurang lebih 15 menit.saat ini sapto berhenti di warung hendak membeli sesuatu…..
ya saaat ini bagi sapto adalah bagaimana bisa agar pikirannya sedikit tenang…..dan mengurangi rasa sakit sapto atas tindakan sang ibu…
warung yang di jumpai sapto saat ini memang warung seperti warung pada umumnya. tapi biar begitu warung yang di jumpainya menjual minuman keras….
bagi sapto mungkin dengn sedikit minuman keras saat ini akan sedikit mengurangi pikiriannya…..
“bang AMERnya 2 botol sama bir putihnya yah 1…..sama rokonya bang 2 bungkus “MARLONG yah bang….”
“oh oke bang siap…..”
setelah membayar belanjaannya tersebut sapto tak langsung pergi…dia menelepon seorang temannya….bukan hanya teman bagi sapto dia lebih dari sekedar teman sekolah. bahkan bisa di bilang seperti saudara…..dia adalah jaka…tempat tinggal jaka lumayan jauh karna berada di luar daerah sapto tinggal…
“jak lu lagi di mana? nih gua mau ke rumah lu nih sekalian nginep di rumah lu ya……gua bawa amer nih……”
“oh ya udah dateng aj tooo gua tunggu….
“oke jak gua langsung jalan ke rumah lu…….
setelah mematikan panggilan tersebut sapto langsung memacu motornya ke desa tetangga…karna di sana lah tempat tinggal jaka…
sedikit tentang jaka..jaka dan sapto sudah berteman sejak lama bahkan sejak mereka duduk di bangku smp kelas 1 sampai sekarang kelas 2 sma…
bukan hanya itu saja. bagi jaka sapto adalah seseorang yang memang sangat berarti karna sapto sering sekali melindungi jaka dari bullyng teman-teman nya di sekolah….bahkan sapto sendiri pernah terlibat perkelahian di sekolahnya…..hanya untuk ,membela jaka.tidak tanggung-tanggung yang di lawan adalah kaka kelas nya sendiri…….karna memang jaka bisa di katagorikan sebagai anak yang kurang bergaul dengan lingkungan sekolah.. temannya pun sangat sedikit bukan hanya di sekolah bahkan di lingkungan desanya sama. dengan perawakan yang kurus kulit kecoklatan dan berkacamata minus..sangaat cocok sekali menggambarkan bahwa jaka adalah seorang kutu buku….tapi biar bagaimana pun bagi sapto jaka adalah sahabatnya….
kurang lebih 20 menit sapto mengendarai motornya..akhirnya sapto sampai di rumah jaka…..sapto melihat bahwa sepertinya ada seorang tamu di rumah jaka…karna di sana terparkir sebuah mobil bewarna hitam yang menurut sapto adalah sangat tidak mungkin itu punya keluarga jaka….
saat hendak mengucapkan salam…sapto sangaat bingung karna pintu rumah jaka saat itu tertutup…pikiran aneh mulai melintas di benak sapto…
apa iya ibunya jaka bawa selingkuhan ke rumah…karna memang keadaan desa sekitar jam 7 malem sangaat lumayan sepi…terlebih lagi bahwa sang ayah
bekerja di luar kota…sama seperti ayah sapto…walaupun sangat berbeda penghasilannya dari ayah sapto karna sapto tau bahwa ayahnya jaka seorang mandor kuli bangunan yang memang tak menentu pulangnya….rumah jaka memang tidak besar tapi bertingkat karna di lantai 2 adalah kamar jaka sendiri..
bahkan setelah memasuki pagar rumah jaka terdapat tangga yang bisa langsung menuju ke atas….lantai 2. di dalam rumah pun terdapat tangga juga yang menghubungkan ke lantai 2…sebenarnya sapto bisa saja langsung naik ke atas ke kamar jaka tapi niat itu di urungkannya karna melihat ada yang tidak beres…..terlebih lagi motor jaka pun yang sering di pakai sekolah tak terlihat….saat itu juga sapto langsung menelepon jaka..
“halo jaka lu lagi di mana…ini gua dah sampai rumah…gua mau masuk liat motor lu ga ada. lu lagi pergi….
karna memang saat itu gerbang rumah jaka terbuka cukup lebar….
“oh iya tooo lu langsung naik aj ke kamar gua…lewat tangga luar….”
gua lagi beli makanan buat mama sama pa bobby…di deket sekolahan..”setelah mendengar jawaban jaka sapto gatet karna itu lumayan jauh
bisa-bisa 1 jam perjalanan….
“jauh amat jak sampe ke sana beli makanan…mang ga ada tempat lain…trus lu udah dari tadi berangkatnya….mank beli apa? trus itu pa bobby siapa jak
“iya tooo soalnya gua di suruh mama belinya di sana…beli satee kambing soalnya kata mama di situ doank yang paling enak… ga baru berangkaat tooo
lu mau ga sekalian di beli…? oh pa bobby…kata mama gua dia yang sering ngasih order ke bokap gua to di jakarta…jadi ya bisa di bilang dia kaya bos bokap tooo…..
“oh oke deh jak gua langsung ke kamar lu….”
setelah mematikan telpoin jaka dengan hati-hati menuntun motornya ke dalam teras rumah jaka….setelah itu jaka dengan hati-hati menaiki tangga dengan sangat pelan….karna sapto tau ada yang tidak beres…..setelah menaiki tangga dan berjalan beberapa meter sap
to akhirnya tida di dalam kamar jaka…
yang lumayan besar….untuk ukuran di desa….sapto tau dengan kepribadian jaka,dia tidak akan curiga sama sekali atas tindakan sang ibunya…menyuruh untuk membeli makanan yang sangat jauh…pada saat hendak sapto ingin membuka minuman yang tadi di belinya sapto mengutuk dirinya sendiri karna lupa memeriksa nya.tidak ada gelas plastik yang biasa untuk di pakai minum…akkhirnya sapto beranikan diri untuk turun tangga yang langsung ke dalam rumah..karna sapto tau bahwa tangga langsung terhubung ke dapur dan kamar mandi…..setelah sapto turun tangga dengan hati-hati.. lampu kamar mandi dan dapur memang tak dinyalakan jadi lumayan gelap..pada saat turun tangga memang sapto di hadapkan langsung ke kamar orang tua jaka….
saat hendak ingin kembali alangkah terkejutnya sapto melihat kedalam kamar ibunya jaka…karno pintu memang sangaat terbuka lebar terlebih lagi posisi sapto melihat…sapto segera menunduk dan bersembunyi di bawah tangga dalam posisi ini sapto sangat di untungkan karna memang lampu dapur mati..
dan sapto dapat melihat dengan leluasa apa yang terjadi di kamar orang tua jaka..ternyata bener memang dugaan sapto..bahwa ibunya jaka bu ecii berselingkuh….bahkan sapto dengan jelas mendengar pembicaraan mereka berdua…bu eci ini bisa di bilang tak jauh dari usia ibunya bahkan bodinya tak kalah jauh…bahkan memang sapto bisa di bilang nafsu pada bu eciii….posisi bu eci saat ini sedang di pangku oleh pa bob di tepi ranjang dengan menghadap ke depan..tapi tidak menghadap posisi sapto saat mengintip….
bu eci yang saat ini di pangku pa bob dengan melingkarkan tangannya di perut bu eci dengan manja sedikit menggoyangkan patannya yang semok…hanya memakai daster lengan pendek di atas lutut dengan paha yang sangaat mulus dan sangat jelas terlihat oleh sapto…sapto dapat dengan jelas obrolan bu ecii
Tinggalkan komentar